KONSEP TARBIYAH DALAM ISLAM
Dalam Wahy Al-Qalam,
Al-Rifi-I menuturkan,
“Seandainya aku diminta untuk merangkum filosofi seluruh ajaran islam dalam dua
kata, maka akan kukatakan: kekukuhan akhlak. Seandainya filosof terbesar dunia
diminta untuk meringkas solusi bagi seluruh umat manusia dalam dua kata,
pastilah ia berkata sama : “kekukuhan akhlak”. Andaikan seluruh ilmuwan Eropa
berkumpul untuk mempelajari peradaban
Eropa, lalu mengutarakan apa yang betul-betul sulit diraih, mereka akan
berkata, “kekukuhan akhlak”
Kesalahan masyarakat kita adalah
memandang suatu keberhasilan dari sudut material, sehingga seorang guru dan orang tua
menganggap anak didik mereka berhasil jika mereka memiliki banyak uang, punya
mobil mewah, rumah mewah, dan assesories serba mewah tanpa memandang sisi
akhlak seseorang. Ini tentu berselisih dengan islam, karena islam mengukur
berhasil dan tidaknya seseorang dengan baik buruknya akhlak seseorang,
sebagaimana sabda Rosululloh bersabda :
انما
بعثت لاتمم مكارم الاخلاق
“Sesunguhnya
aku di utus untuk menyempurnakan akhlak”Musnad Al Bazzar jilid 15.
- Definisi tarbiyah
Dalam
bahasa arab, pendiidkan islam disebut At tarbiyah al Islamiyah, secara bahasa,
tarbiyah memiliki beberapa arti :
ü Raba-Yarbu yang artinya tumbuh
berkembang
ü Rabiya-yarbu yang artinya tumbuh secara
alami
Sedangkan
secara istilah para ulama berbeda pendapat dalam memaknainya, dilihat dari
aspek dan tujuan masing-masing murobi, tapi makna tarbiyah tidak terlepas dari
beberapa hal dibawah ini :
- menyampaikan sesuatu sampai pada tingkat sempurna sedikit demi sedikit (Al Badhawi).
- menumbuhkan sesuatu sedikit demi sedikit sampai dengan tahap sempurna (Al Asmahadi).
Sehingga bisa di
simpulkan bahwa tarbiyah menurut islam adalah “proses pembentukan jati diri
seseorang untuk menjadikannya sebagai orang yang baik dari segi, ruhiyah,
jismiyah dan aqliyah, serta menjadikannya orang yang hanya takut
kepada Alloh semata.
- Ruang lingkup Tarbiyah islamiyah.
Dilihat dari pengertian
tarbiyah, maka tarbiyah setidak tidaknya mencangkup tiga hal
- Tarbiyah Ruhiyah.
Hal inilah yang menjadi
inti dari sebuah tarbiyah islamiyah, bagaimana cara menciptakan ruh yang selalu
khosyah pada Robbnya,
karena jika ruh itu sehat, niscaya akan sehatlah semua aspek kehidupannya,
begitu pula sebaliknya, jika ruh itu rusak maka rusaklah seluruh aspek
kehidupannya.
Ali Muhammad Muhammad
Ash-Sholabi memberikan beberapa trik untuk mensucikan ruh :
a. Tadabur atas ayat-ayat Alloh I,
baik kauniyah maupun qur’aniyah, karena dengan mengerti siapa Dzat yang
menciptakan seluruh alam dan isinya init, termasuk diri kita, akan membuat hati
selalu merasa di awasi oleh sang kholiq, sehingga hati akan selalu tenang.
Alloh berfirman dalam surat Al-a’rof ayat 54 :
{إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ
وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ
اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ} [الأعراف: 54]
Artinya :
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi
dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada
siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan
dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah,
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta
alam.
b. Kesungguhan hati dalam
mencari ilmu Alloh, karena dengan ilmu, maka hati dan perbuatan akan seimbang,
dan bisa membedakan antara sesuatu yang diperintahkan dan dilarang.
- Beribadah selalu kepada Alloh tanpa ada unsur kemusyrikan.
- Tarbiyah aqliyah.
Dalam
tarbiyah jenis kedua ini, hal yang paling di sorot adalah, bagaimana seseorang
itu bisa berkembang dari sisi ilmiyahnya, tashowur (jalan pikir) terhadap islam.
Rosululloh
bersabda :
« مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا
سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ
لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ
لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى
جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى
الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ
لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ
الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا
وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ ».
"Barangsiapa meniti jalan untuk
menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para
Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang
yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan
yang ada di dasar laut. Kelebihan serang alim dibanding ahli ibadah seperti
keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah
pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka
hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian
yang banyak."Sunan Abu Dawud
3157
3. Tarbiyah jismiyah
Diantara urgensi dari tarbiyah jismiyah adalah :
- Badan sehat, sehingga kuat melaksanakan ibadah
- Kuat, sehingga mampu amar ma’ruf nahi munkar
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ
الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ
وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ
أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ
فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
Rasulullah
Saw. bersabda, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah
Swt. daripada orang mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat
kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah
pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila
kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan, ‘Seandainya
tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan
begitu.’ Tetapi katakanlah, ‘lni sudah takdir Allah dan apa yang
dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya.’ Karena sesungguhnya ungkapan kata
'law' (seandainya) akan membukakan jalan bagi godaan setan.’(HR.Muslim, Ibnu Majah dan Imam Ahmad)
Begtu
juga sabda Rosululloh :
فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rosululloh sholallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu
kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka
dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah
selemah-lemahnya iman.”
Dari
beberapa hadits di atas menujukan bahwa kekuatan juga sangat berguna dalam
menopang tegaknya agama Alloh di atas muka bumi ini. Walaupun masih banyak
jenis tarbiyah yang lain, tapi Mahmud yunus dalam kitab beliau tarbiyah wa
ta’lim mencukupkan dengan tiga jenis tarbiyah ini, perlu diketahui bahwa tiga
jenis tarbiyah ini adalah nilai minimal, jadi jika ada sebuah system tarbiyah
terlepas dari tiga jenis tarbiyah di atas, bisa dikatakan system itu cacat. Dari sinilah orang tua berperan besar
atas anaknya, Rosulullah bersabda:
كل مولود يولد على
الفطرة وإنما أبواه يهوِّدانه أو يمجسانه أو ينصرانه
"Setiap
anak yang lahir pasti dalam keadaan fithrah (islam), hanya saja orang tuanya
yang mejadikan dia yahudi, majusi atau Nasrani."
Maka
dari itu orang tualah harus memperhatikan pendidikan anaknya. Agar menjadi anak
yang sholeh dan sholehah yang menjadikan amalan yang tak ada putusnya. Wallohu
a’lam bish showab.
والله
اعلم
Refrensi :
Ø Al-qur’an
Al-karim.
Ø Sohih
muslim.
Ø Sunan
tirmidzi.
Ø Sunan
ibnu majah.
Ø Buku
pintar akhlak, DR. Amr khaled.
Ø Musnad
al-bazzar jilid 15.
Ø Khulasoh
fi ushuli tarbiyah al-islamiyah, Ali bin Nayyif asy-syuhud.
Ø Fiqh
nashr wa tamkin fil qur’anil karim,
Ø Auroqul
multaqi li jami’at tahfidzul qur’an bi mamlakah.
Ø Sunan
abu dawud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar