Tak ada kata terlambat tuk menjadi yang lebih baek.. Diberdayakan oleh Blogger.
???? ? ???? ? ????? ???????

Translate

Rabu, 30 Mei 2012

Kini saatnya perhatikan pendidikan anak kita !!


KONSEP TARBIYAH DALAM ISLAM

            Dalam Wahy Al-Qalam, Al-Rifi-I menuturkan, “Seandainya aku diminta untuk merangkum filosofi seluruh ajaran islam dalam dua kata, maka akan kukatakan: kekukuhan akhlak. Seandainya filosof terbesar dunia diminta untuk meringkas solusi bagi seluruh umat manusia dalam dua kata, pastilah ia berkata sama : “kekukuhan akhlak”. Andaikan seluruh ilmuwan Eropa berkumpul  untuk mempelajari peradaban Eropa, lalu mengutarakan apa yang betul-betul sulit diraih, mereka akan berkata, “kekukuhan akhlak”
            Kesalahan masyarakat kita adalah memandang suatu keberhasilan dari sudut material,  sehingga seorang guru dan orang tua menganggap anak didik mereka berhasil jika mereka memiliki banyak uang, punya mobil mewah, rumah mewah, dan assesories serba mewah tanpa memandang sisi akhlak seseorang. Ini tentu berselisih dengan islam, karena islam mengukur berhasil dan tidaknya seseorang dengan baik buruknya akhlak seseorang, sebagaimana sabda Rosululloh bersabda :
انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق
Sesunguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak”Musnad Al Bazzar jilid 15.
  1. Definisi tarbiyah
Dalam bahasa arab, pendiidkan islam disebut At tarbiyah al Islamiyah, secara bahasa, tarbiyah memiliki beberapa arti :
ü  Raba-Yarbu yang artinya tumbuh berkembang
ü  Rabiya-yarbu yang artinya tumbuh secara alami
ü   Rabba-yarabbu yang artinya memperbaiki, meningkatkan
            Sedangkan secara istilah para ulama berbeda pendapat dalam memaknainya, dilihat dari aspek dan tujuan masing-masing murobi, tapi makna tarbiyah tidak terlepas dari beberapa hal dibawah ini :
  1.  menyampaikan sesuatu sampai pada tingkat sempurna sedikit demi sedikit (Al Badhawi).
  2.  menumbuhkan sesuatu sedikit demi sedikit sampai dengan tahap sempurna (Al Asmahadi).
Sehingga bisa di simpulkan bahwa tarbiyah menurut islam adalah “proses pembentukan jati diri seseorang untuk menjadikannya sebagai orang yang baik dari segi, ruhiyah, jismiyah dan aqliyah, serta menjadikannya orang yang hanya takut kepada Alloh semata.
  1. Ruang lingkup Tarbiyah islamiyah.
Dilihat dari pengertian tarbiyah, maka tarbiyah setidak tidaknya mencangkup tiga hal

  1. Tarbiyah Ruhiyah.
Hal inilah yang menjadi inti dari sebuah tarbiyah islamiyah, bagaimana cara menciptakan ruh yang selalu khosyah pada Robbnya, karena jika ruh itu sehat, niscaya akan sehatlah semua aspek kehidupannya, begitu pula sebaliknya, jika ruh itu rusak maka rusaklah seluruh aspek kehidupannya.
Ali Muhammad Muhammad Ash-Sholabi memberikan beberapa trik untuk mensucikan ruh :
a.       Tadabur atas ayat-ayat Alloh I, baik kauniyah maupun qur’aniyah, karena dengan mengerti siapa Dzat yang menciptakan seluruh alam dan isinya init, termasuk diri kita, akan membuat hati selalu merasa di awasi oleh sang kholiq, sehingga hati akan selalu tenang. Alloh berfirman dalam surat Al-a’rof ayat 54 :
{إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ} [الأعراف: 54]
Artinya : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
b.      Kesungguhan hati dalam mencari ilmu Alloh, karena dengan ilmu, maka hati dan perbuatan akan seimbang, dan bisa membedakan antara sesuatu yang diperintahkan dan dilarang.
  1. Beribadah selalu kepada Alloh tanpa ada unsur kemusyrikan.

  1. Tarbiyah aqliyah.
Dalam tarbiyah jenis kedua ini, hal yang paling di sorot adalah, bagaimana seseorang itu bisa berkembang dari sisi ilmiyahnya, tashowur (jalan pikir) terhadap islam.
Rosululloh bersabda :
« مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ ».
"Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan serang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak."Sunan Abu Dawud 3157

3.      Tarbiyah jismiyah
Diantara urgensi dari tarbiyah jismiyah adalah :
  1. Badan sehat, sehingga kuat melaksanakan ibadah
  2.  Kuat, sehingga mampu amar ma’ruf nahi munkar
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
Rasulullah Saw. bersabda, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Swt. daripada orang mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan, ‘Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu.’ Tetapi katakanlah, ‘lni sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya.’ Karena sesungguhnya ungkapan kata 'law' (seandainya) akan membukakan jalan bagi godaan setan.’(HR.Muslim, Ibnu Majah dan Imam Ahmad)

Begtu juga sabda Rosululloh :
فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
Dari beberapa hadits di atas menujukan bahwa kekuatan juga sangat berguna dalam menopang tegaknya agama Alloh di atas muka bumi ini. Walaupun masih banyak jenis tarbiyah yang lain, tapi Mahmud yunus dalam kitab beliau tarbiyah wa ta’lim mencukupkan dengan tiga jenis tarbiyah ini, perlu diketahui bahwa tiga jenis tarbiyah ini adalah nilai minimal, jadi jika ada sebuah system tarbiyah terlepas dari tiga jenis tarbiyah di atas, bisa dikatakan system itu cacat. Dari sinilah orang tua berperan besar atas anaknya, Rosulullah bersabda:
كل مولود يولد على الفطرة وإنما أبواه يهوِّدانه أو يمجسانه أو ينصرانه
"Setiap anak yang lahir pasti dalam keadaan fithrah (islam), hanya saja orang tuanya yang mejadikan dia yahudi, majusi atau Nasrani."
            Maka dari itu orang tualah harus memperhatikan pendidikan anaknya. Agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang menjadikan amalan yang tak ada putusnya. Wallohu a’lam bish showab.

والله اعلم

Refrensi :
Ø  Al-qur’an Al-karim.
Ø  Sohih muslim.
Ø  Sunan tirmidzi.
Ø  Sunan ibnu majah.
Ø  Buku pintar akhlak, DR. Amr khaled.
Ø  Musnad al-bazzar jilid 15.
Ø  Khulasoh fi ushuli tarbiyah al-islamiyah, Ali bin Nayyif asy-syuhud.
Ø  Fiqh nashr wa tamkin fil qur’anil karim,
Ø  Auroqul multaqi li jami’at tahfidzul qur’an bi mamlakah.
Ø  Sunan abu dawud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar